Senkom Mitra Polri Gelar Sosialisasi, Mitigasi, dan Simulasi Bencana di Ponpes Budi Mulia Tangerang


TANGERANG – Departemen Penanggulangan Bencana dan SAR Pengurus Pusat (PB SAR PP) Senkom Mitra Polri bekerja sama dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) Senkom Mitra Polri Banten serta jajaran Senkom kabupaten/kota menggelar kegiatan Sosialisasi, Mitigasi, dan Simulasi Bencana Berbasis Pondok Pesantren pada Sabtu–Minggu (10–11 Oktober 2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Budi Mulia, Kampung Rancagede RT 05/RW 06, Desa Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten.

Program tahunan ini merupakan bentuk implementasi Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Senkom Mitra Polri dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), sekaligus upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di lingkungan pendidikan.


Peserta kegiatan tidak hanya berasal dari Ponpes Budi Mulia, tetapi juga dari sejumlah pondok pesantren di bawah naungan LDII yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota lainnya. Keterlibatan peserta lintas daerah tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman dan penyebaran pengetahuan mengenai mitigasi bencana di lingkungan pesantren.

Ponpes Budi Mulia tidak hanya menjadi tempat pendidikan keagamaan dan pemondokan santri, tetapi juga berada dalam lingkungan yayasan yang menyelenggarakan pendidikan formal, meliputi SMP IT Bina Pekerti, SMA IT Bina Pekerti, dan SMK IT Bina Pekerti.

Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pengetahuan dasar dan keterampilan praktis untuk mengenali potensi bahaya, melakukan langkah pencegahan, serta merespons situasi darurat di lingkungan pesantren maupun sekolah.

Materi sosialisasi tidak hanya berfokus pada potensi bencana alam, seperti gempa bumi, tetapi juga mencakup bencana nonalam dan persoalan keselamatan lingkungan.

Para peserta mendapatkan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran akibat kelalaian manusia, khususnya risiko penggunaan api di area dapur umum serta potensi korsleting listrik di asrama dan ruang belajar.

Selain itu, tim penyuluh memberikan pembekalan mengenai mitigasi konflik sosial. Potensi gesekan atau kecemburuan antarsantri maupun persoalan dengan warga sekitar turut dibahas sebagai bagian dari upaya mencegah konflik dan menjaga lingkungan pendidikan tetap aman serta kondusif.

Deputi PB SAR PP Senkom Mitra Polri, Sandi Setia Miharja, S.H., mengatakan bahwa sosialisasi dan simulasi kebencanaan berbasis pesantren merupakan program tahunan yang penting untuk membangun budaya sadar bencana sejak dini.

“Kegiatan sosialisasi dan simulasi berbasis pondok pesantren ini merupakan program tahunan yang sangat krusial dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada saat pelatihan saja, melainkan terus disimulasikan secara mandiri minimal per enam bulan sekali dan ditularkan secara berkelanjutan kepada santri-santri berikutnya,” ujar Sandi.

Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para santri dapat terus diterapkan setelah mereka menyelesaikan pendidikan dan kembali berkiprah di tengah masyarakat.

“Harapan besar kami, ketika para santri ini lulus dan terjun ke tengah masyarakat, pengetahuan serta keterampilan penanggulangan bencana yang telah dipelajari dapat terus diterapkan dan disebarluaskan di wilayah tempat mereka bertugas kelak,” kata Sandi Setia Miharja.


Dukungan terhadap keberlanjutan program tersebut juga disampaikan Ketua Senkom Mitra Polri Provinsi Banten, H. Yunando Prasetyanto. Ia menilai kolaborasi antara PB SAR PP Senkom Mitra Polri, Pengprov Senkom Banten, dan pesantren-pesantren LDII merupakan langkah nyata untuk menciptakan lingkungan pendidikan agama yang aman dan tangguh menghadapi bencana.

“Sinergi antara PB SAR PP, Pengprov Senkom Banten, dan pesantren-pesantren LDII di Banten ini merupakan langkah nyata menciptakan lingkungan pendidikan agama yang aman dan tangguh bencana. Kami siap terus mendampingi dan memfasilitasi pelatihan-pelatihan kesiapsiagaan di tingkat daerah,” ujar Yunando.

Melalui kegiatan ini, Senkom Mitra Polri berharap kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana semakin meningkat di lingkungan pesantren dan sekolah. Keterlibatan peserta dari berbagai daerah diharapkan dapat memperluas manfaat pelatihan, sehingga pengetahuan mengenai mitigasi dan penanggulangan bencana dapat diterapkan serta dibagikan kembali di lingkungan masing-masing.

Kolaborasi antara Senkom Mitra Polri dan LDII tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta menumbuhkan budaya tanggap bencana secara berkelanjutan. (***)

Lebih baru Lebih lama
Liputan Keren