Fase Akuisisi Skill, Fondasi Penting dalam Pembinaan Pemain Usia 10–13 Tahun


ZAPELLO COACHING DEVELOPMENT – Dalam proses pembinaan sepak bola usia dini, fase akuisisi skill atau keterampilan menjadi salah satu tahapan penting yang tidak boleh diabaikan. Fase ini merupakan fondasi bagi pemain untuk berkembang menuju tahapan permainan berikutnya.

Pada usia 10–13 tahun, pelatih, pembina, dan pengembang sepak bola perlu memahami kebutuhan anak secara tepat. Fokus utama seharusnya diberikan pada penguasaan teknik dasar dan pengembangan kemampuan individu agar setiap pemain memiliki fondasi keterampilan yang kuat.

Namun, persoalan yang masih sering terjadi adalah tidak semua pemain mendapatkan pembinaan secara optimal. Dari 10 anak, misalnya, hanya satu pemain yang benar-benar berkembang sesuai harapan, sementara sembilan lainnya belum tuntas ketika memasuki fase berikutnya.

Lantas, apa yang salah?

Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah kecenderungan pelatih membentuk the dream team pada usia tersebut dengan orientasi utama mengejar kemenangan. Prestasi tim tentu penting, tetapi apabila terlalu berorientasi pada hasil, perkembangan individu pemain berpotensi terabaikan.

“Boleh saja sebuah tim meraih kemenangan dan mengangkat nama pelatih maupun SSB. Namun, jangan sampai kemenangan tersebut mengorbankan perkembangan pemain secara individu,” demikian penekanan dalam materi Zapello Coaching Development.

Pelatih perlu bijaksana dalam menyeimbangkan kebutuhan pengembangan individu dan pencapaian tim. Sebab, apabila kemampuan setiap pemain berkembang dengan baik, secara otomatis kekuatan tim juga akan meningkat.

Mengapa Fase Akuisisi Skill Sangat Penting?

Fase ini menjadi penting karena keterampilan yang tidak dikuasai dengan baik akan membuat pemain tertinggal ketika memasuki fase berikutnya. Semakin bertambah usia, semakin sulit bagi pemain untuk mengejar ketertinggalan teknik yang seharusnya sudah dikuasai pada fase sebelumnya.

Sebaliknya, apabila pelatih serius memberikan perhatian kepada setiap pemain secara individu, memperbaiki teknik dan mengembangkan keterampilannya, maka pemain akan lebih mudah menerima materi pada fase permainan berikutnya.

Dengan demikian, pembinaan sepak bola usia 10–13 tahun sebaiknya tidak hanya berbicara tentang menang atau kalah, tetapi lebih jauh tentang bagaimana membangun fondasi teknik, keterampilan, kepercayaan diri, dan kemampuan individu pemain sebagai bekal menuju jenjang perkembangan selanjutnya.

Fondasi individu yang kuat akan menjadi dasar terbentuknya tim yang kuat. (***)

Lebih baru Lebih lama
Liputan Keren