FORSGI SULSEL TARGETKAN PRESTASI TERBAIK PADA KEJURNAS PIALABELA NEGARA 2026
Makassar – Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) Sulawesi Selatan resmi memberangkatkan kontingen U-12 untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Bela Negara 2026 yang akan berlangsung di Jakarta pada 24–26 Juli 2026. Pelepasan kontingen dilakukan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Sulawesi Selatan, H. Suherman, SE., MM, di Kompleks Dr. Tajuddin Chalid, Jalan Berua Raya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Jumat (17/7/2026).
Sebanyak 14 pemain terbaik hasil seleksi dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan dipercaya membawa nama daerah pada ajang nasional tersebut. Sebelum keberangkatan, seluruh pemain telah menjalani Training Center (TC) selama kurang lebih satu bulan di Camp SSB Tajuddin Chalid sebagai bagian dari persiapan menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Selain meningkatkan kemampuan teknik, taktik, dan fisik, program pemusatan latihan juga difokuskan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, sportivitas, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi pembinaan atlet usia dini.
Ketua Kontingen FORSGI Sulsel, Asta Abdul Fattah, mengatakan seluruh pemain berada dalam kondisi prima dan siap memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama Sulawesi Selatan.
"Selama Training Center, anak-anak tidak hanya dipersiapkan secara teknik dan fisik, tetapi juga dibentuk karakter, kedisiplinan, serta mental juara. Harapan kami, mereka menjadi generasi yang berprestasi sekaligus memiliki akhlak dan karakter yang baik," ujar Asta.
Pada kesempatan tersebut, Kadispora Sulsel H. Suherman, SE., MM memberikan apresiasi kepada FORSGI Sulawesi Selatan yang dinilai konsisten melakukan pembinaan sepak bola usia dini hingga mampu mengirimkan wakil terbaik ke tingkat nasional.
Menurutnya, pembinaan atlet sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan sepak bola Sulawesi Selatan.
"Kami mengapresiasi FORSGI Sulsel yang terus berkomitmen membina pemain usia dini. Ini merupakan langkah strategis untuk mencetak bibit-bibit unggul sepak bola Sulawesi Selatan. Kami berharap tahun ini Sulsel mampu meraih prestasi terbaik dan membawa pulang gelar juara nasional," katanya.
Suherman mengingatkan bahwa pada Kejurnas sebelumnya FORSGI Sulsel berhasil menembus babak delapan besar nasional. Prestasi tersebut, menurutnya, menjadi modal berharga sekaligus motivasi untuk meningkatkan capaian pada kejuaraan tahun ini.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk terus memperkuat sinergi dengan FORSGI dalam membangun pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan.
"Pemerintah tidak akan membiarkan atlet berjalan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, sekolah, dan orang tua menjadi kunci lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," tambahnya.
Acara pelepasan turut dihadiri jajaran Sekretaris FORSGI Sulawesi Selatan, H.M. Rusli Daeng Mattawang, yang mewakili jajaran pengurus FORSGI Sulsel. Hadir pula para ofisial tim, yakni Hatta Tohuri, Ikhsan, dan Akhyar, serta para orang tua atlet yang memberikan doa dan dukungan kepada seluruh pemain sebelum bertolak menuju Jakarta.
Kontingen FORSGI Sulawesi Selatan dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada Senin, 20 Juli 2026, untuk mengikuti rangkaian Kejurnas Piala Bela Negara 2026.
Ketua Kontingen, Asta Abdul Fattah, mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Selatan memberikan doa dan dukungan agar tim dapat tampil maksimal.
"Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan agar perjalanan tim berjalan lancar, seluruh pemain diberikan kesehatan, mampu bertanding dengan penuh semangat, dan Insya Allah membawa pulang Piala Bela Negara untuk mengharumkan nama Sulawesi Selatan," ujarnya.
Keikutsertaan FORSGI Sulsel dalam Kejurnas Piala Bela Negara 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, berdisiplin, dan memiliki jiwa nasionalisme melalui olahraga sepak bola.
(Editor, Muslimin)
