Kronologi dan Penanganan Kebakaran Lapak Limbah Kaleng di Kampung Pabuaran, Tangerang



Tangerang - Kampung Pabuaran RT. 13/04 Desa Dukuh, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, diguncang kebakaran yang melibatkan Lapak Limbah Kaleng. Pada Jumat, tanggal 16 Februari 2024, sekitar pukul 04.15 WIB,

Kebakaran tersebut tidak menelan korban jiwa dan pemilik lapak tersebut adalah Hariyanto David, seorang pria beragama Kristen kelahiran Jakarta pada tanggal 2 Juni 1981, yang merupakan seorang TNI dan tinggal di Jalan Rancabalok No. 130, Kampung Cukang Galih RT. 002/004, Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Dua orang saksi yang tercatat, yaitu Juprianto dan Jaenudin, memberikan keterangan tentang kejadian tersebut. Kebakaran menyebabkan kerugian materil sekitar +/- 800.000.000 juta dengan luas bangunan yang terbakar mencapai 450 m2.

Kronologis kejadian mengungkapkan bahwa api pertama kali terlihat sekitar pukul 04.15 WIB oleh salah seorang saksi yang kemudian melaporkannya kepada pemadam kebakaran setempat. 


Pada pukul 04.30 Wib, 3 (Dua) Unit Mobil Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang dari Curug sampai dilokasi dan memadamkam api.

dan berhasil memadamkan api pada pukul 06.15 WIB.

Pukul 04.30 Wib , Piket Fungsi pimpinan Pawas Kanit Samapta Iptu Purwantoro tiba dilokasi selanjutnya melakukan Pengamanan disekitar lokasi.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa api diduga berasal dari konsleting listrik yang mengakibatkan pembakaran lapak limbah kaleng beserta isinya. Tindakan yang telah dilakukan oleh petugas antara lain melakukan cek TKP, mengamankan area, mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi, melakukan dokumentasi, dan membuat laporan resmi tentang kejadian tersebut.

Iptu Purwantoro, yang menjabat sebagai Kanit Samapta, menegaskan bahwa tindakan preventif dan investigatif telah dilakukan oleh pihak berwenang untuk mengamankan area, mengumpulkan barang bukti, dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang relevan.

 Iptu Purwantoro 'kami menekankan pentingnya kesadaran akan faktor keamanan dalam penggunaan listrik sebagai langkah pencegahan terhadap kejadian serupa di masa mendatang," Pungkasnya.  ( SLR ) 


Lebih baru Lebih lama
Liputan Keren